Definisi
Skizofrenia merupakan penyakit mental yang serius. Penyakit ini disebabkan oleh
gangguan konsentrasi neurotransmiter otak, perubahan reseptor sel-sel otak, dan
kelainan otak struktural, dan bukan karena alasan psikologis. Pasien akan memiliki
pemikiran, perasaan, emosi, ucapan, dan perilaku yang tidak normal, yang
memengaruhi kehidupan, pekerjaan, kegiatan sosial, dan kemampuan untuk
mengurus diri mereka sehari-hari. Beberapa pasien bersifat rentan dan mencoba
atau melakukan tindakan bunuh diri.
Orang bisa menderita skizofrenia di berbagai tahapan usia, tetapi gejala penyakit ini
biasanya muncul dalam rentang usia 20 hingga 30 tahun. Tingkat kekambuhannya
sangat tinggi jika tidak dilakukan tindakan pengobatan dan perawatan yang tepat.
Orang-orang berikut memiliki faktor risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit ini:
1. Mereka yang memiliki riwayat turunan skizofrenia dalam keluarga
2. Mereka yang terjangkit virus saat berada dalam kandungan
3. Penyalahguna/Pemakai narkoba
Skizofrenia adalah jiwa yang terpecah belah, adanya keretakan atau
disharmoni antara proses berpikir, perasaan dan perbuatan. Bleuler (dalam
Maramis, 2009)membagi gejala – gejala skizofrenia menjadi 2 kelompok :
1) Gejala – gejala primer:
a) Gangguan proses berpikir, b) Gangguan emosi, c) Gangguan
kemauan, d) Autisme
2) Gejala – gejala sekunder
a) waham, b) halusinasi, c) gejala katatonik atau gangguan psikomotor
yang lain
Apa tindakan pengobatan terhadap Skizofrenia?
Dokter mungkin menyarankan pengobatan berikut ini kepada pasien:
(1) Obat
Obat bisa mengurangi atau menghilangkan gejala positif dari pasien secara efektif,
misalnya delusi, halusinasi, dan pikiran yang tidak teratur. Obat juga bisa
mengendalikan kecemasan dan membantu pasien untuk kembali ke kehidupan
nyata. Namun ada efek samping dari obat yang dikonsumsi, misalnya kekakuan otot,
gerakan yang lambat, tangan gemetar, mulut kering, sembelit, kelelahan, detak
jantung yang cepat, dan peningkatan berat badan.
Dokter biasanya meresepkan dua jenis obat antipsikotik (obat untuk penyakit
mental), yang merupakan antipsikotik tipikal (misalnya Haloperidol, Thioridazine,
dan Fluphenazine) dan antipsikotik atipikal (misalnya Clozapine, Risperidone, dan
Olanzapine). Dokter akan meresepkan berbagai jenis obat yang berbeda, tergantung
pada kondisi pasien, status pengobatan, dan reaksi pasien terhadap obat. Kedua
jenis obat bisa memberikan efek samping yang berbeda.
(2) Pengobatan ajuvan
Rehabilitasi bisa membantu dan melatih pasien untuk menghadapi dan mengelola
kehidupan mereka sehari-hari. Tergantung pada kondisi tiap individu, para ahli medis
profesional akan menetapkan program pengobatan yang sesuai bagi diri pasien,
misalnya pelatihan perawatan diri (termasuk kebersihan diri, memasak, keselamatan
rumah tangga, adaptasi terhadap masyarakat, dan penggunaan uang), pelatihan
kemampuan kerja, manajemen stres, dan keterampilan interpersonal dengan
anggota keluarga lainnya.
Dukungan keluarga juga sangat penting bagi pasien. Jika keluarganya menghadapi
pasien skizofrenia dengan cara dan sikap yang benar, mendukung pasien dengan
mengikuti program pengobatan dengan benar, dan mengawasi perubahan kondisi
dan gejalanya, maka pasien akan mendapatkan perawatan yang lebih baik. Namun,
anggota keluarganya juga harus memperhatikan kesehatan fisik dan mental mereka
sendiri, belajar bagaimana cara untuk bersantai, dan mencari bantuan jika
diperlukan saat merawat pasien. Anggota keluarga harus menahan diri untuk tidak
mengungkapkan komentar secara kritis, membuat sikap bermusuhan, dan
menumbuhkan perasaan ikut campur secara berlebihan kepada diri pasien. Menurut
penelitian yang dilakukan, sikap-sikap yang tidak diinginkan ini (emosi yang
dikeluarkan secara negatif) telah terbukti meningkatkan tingkat kekambuhan
penyakit skizofrenia.
Lingkungan sekitar akan memengaruhi kondisi perawatan diri pasien. Biasanya
tempat-tempat yang dirasakan paling nyaman oleh pasien akan dipilih, misalnya
perawatan di rumah. Jika ada kebutuhan khusus, pasien mungkin perlu dirawat di
rumah sakit.
Bagaimana cara untuk merawat pasien penderita Skizofrenia
Skizofrenia memiliki tingkat kekambuhan yang sangat tinggi, pasien harus
berkonsultasi kepada dokter secara berkala dan minum obat dengan dosis dan
interval waktu seperti yang ditetapkan oleh dokter. Bagi sebagian besar pasien,
pengobatan jangka panjang bisa mengurangi kemungkinan kambuh secara signifikan
dan menjaga diri pasien dalam keadaan rehabilitasi. Selain itu, pasien harus
menjalani pelatihan rehabilitasi, kembali ke masyarakat secara bertahap untuk
pemulihan yang lebih cepat.
Anggota keluarga wajib mendukung dan membantu pasien untuk mengikuti program
pengobatan serta mengikuti kegiatan sosial, demi mendapatkan kehidupan sosial
yang lebih baik. Selain itu, anggota keluarga harus mengekspresikan diri dan
berkomunikasi dengan pasien dengan cara yang lebih positif dan bersifat langsung,
memperhatikan peningkatan kesehatan pasien, dan memberikan pujian dan
dorongan untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien.
Sumber:
-https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Schizophrenia-Indonesian.pdf?ext=.pdf
-http://digilib.uinsby.ac.id/11051/5/bab2.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar