Pengangguran
Pengangguran
mungkin bukanlah suatu budaya, namun banyaknya angka pengangguran di Indonesia
dari tiap tahun – ke tahunya membuat hal ini menjadi hal yang jelas telah
menjadi kebiasaan yang wajar di Indonesia. Dahulu, hal negatif ini banyak
diterima oleh masyarakat – masyarakat yang “kurang beruntung” atau yang
memiliki ekonomi dibawah rata – rata. Beralasan bahwa mereka tidak punya cukup
dana untuk melanjutkan program sekolah mereka. Namun untuk saat ini, masyarakat
– masyarakat yang “beruntung” juga banyak yang merasakan hal yang sama. Namun,
alasan mereka bukanlah alasan yang jelas dan tidak dapat diterima. Sebagian
alasan mereka adalah “malas”. Ya, malas adalah alasan yang tidak dapat diterima
oleh setiap orang. Malas mereka membuat angka pengangguran khususnya di negara
Indonesia ini terus meningkat tajam. Walaupun sudah banyak produsen – produsen
kecil yang membuka lapangan pekerjaan, namun jelas “malas” mereka telah menjadi
alasan yang kuat untuk mereka tidak mengikuti program – program usaha kecil tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar